UNIVERSITAS HASANUDDIN

  • id

PROGRAM STUDI GEOFISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Pelaksanaan Hibah Penelitian Tahun 2016 pada Batch-1 di lingkungan Universitas Hasanuddin untuk masing-masing skim, Ipteks (5 Judul) MP3Ei (7 Judul), Stranas (3 Judul), UPT (55 Judul) Unggulan Stranas Nasional (1 Judul), Rapid (1 Judul), Insinas (3 Judul) (sumber: http://lp2m.unhas.ac.id/, 2016)

Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) sebagai skim yang masuk dalam Riset Terapan menjadi wadah bagi salah satu proposal penelitian yang anggota penelitinya berasal dari Prodi Geofisika FMIPA-Unhas dan dinyatakan lolos  dibiayai  untuk pelaksanaan hibah tahun 2016 (Batch-1). Proposal penelitian dimaksud, berjudul:

Pemetaan Zona Kerentanan Tanah Longsor Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano Provinsi Sulawesi Utara

Penelitian tersebut merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya (Tahun I) pada Propinsi yang sama, namun pada penelitian tahun II ini akan difokuskan pada DAS-Tumpaan-Tondano di Sulawesi Utara Manado.

Abstrak Penelitian Sebelumnya:
Tanah longsor yang menimbulkan banjir bandang di Sulawesi Utara terjadi pada tanggal 22 Januari 2014. Kejadian tersebut menimbulkan korban jiwa, harta benda dan infrastruktur. Tecatat jumlah rumah rusak berat 3.688 unit, 1.966 unit rumah kategori rusak sedang dan 4.789 unit rumah termasuk Kategori rusak ringan (http://www.mediacenter.or.id/) 27 Jauari 2014). Selanjutnya dilaporkan bahwa tempat ibadah yang rusak 54 unit tediri dari mesjid 27 unit dan gereja 29 unit. Posko komando tanggap darurat (http://www.mediacenter.or.id/) merinci kerugian akibat kerusakan infrastruktur yaitu:
1. 19 ruas jalan sepanjang 31,6 km, kerugian ditaksir Rp. 39,5 milyar
2. 5 unit jembatan, kerugian ditaksir Rp. 40,4 milyar
3. Saluran drainase 3,9 km, kerugian ditaksir Rp. 4 milyar
4. Tanggul anak sungai 1,6 km, kerugian ditaksir Rp. 3,4 milyar
5. MCK, jaringan pipa PDAM dan sanitasi, kerugian ditaksir Rp. 4 milyar
6. Tanggul S. Tondano 6,2 km, kerugian ditaksir Rp. 360 milyar
7. Tanggul S. Sario 1 km, perkiraan kerugian Rp. 60 milyar
8. Tanggul S. Sawangan, perkiraan kerugian Rp. 140 milyar

Menurut Dwikora Karnawati (2014) potensi terjadinya longsoran akan memicu terjadinya banjir bandang di Sungai Kali yang terletak sepanjang jalur Manado-Tomohon tepatnya di Desa Tinoor masih sangat besar. Selanjutnya disebutkan bahwa tanah longsor dan banjir bandang merupakan fenomena alam yang dikendalikan oleh kondisi geologi, kemiringan lereng yang curam dan struktur geologi. Ketiga hal tersebut merupakan faktor penyebab tanah longsor dan pemicunya adalah faktor curah hujan yang tinggi. Gambar 1 menunjukkan korban bencana banjir bandang akibat kejadian tanah longsor di DAS Tondano Provinsi Sulawesi Utara.
Untuk mengurangi mengantisipasi kejadian tanah longsor dan banjir bandang maka perlu dilakukan penelitian yang menghasilkan peta kerentanan tanah longsor. Peta tersebut dapat dijadikan acuan dalam merevisi kembali struktur dan pola ruang provinsi Sulawesi Utara. Tanah longsor masih berpotensi terjadi di masa akan datang. Oleh karena itu sangat penting dilakukan penelitian untuk membangun peta kerentanan longsor di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Proses Hirarki Analitik (PHA) untuk membangun peta kerentanan longsor. Data SIG (Sistem Informasi geografis) seperti elevasi, aspek lereng, kemiringan lereng, jarak dari jalan, jarak dari sungai, litologi, pelurusan, tekstur tanah, curah hujan, penggunaan lahan atau penutupan lahan dan inventarisasi di ekstrak dari berbagai sumber dan digunakan untuk menghitung indeks kerentanan longsor.

Kata kunci: DAS, longsor, PHA, SIG, Tondano

Tim Peneliti:

Dr. Ir. Muchtar S.Solle, PGD, M.Sc. (NIDN: 0005055703)
Dr. Paharuddin, M.Si (NIDN:  0006026402)
Asmita Ahmad, S.T.,M.Si (NIDN: 0016127304)
Muh. Ansar, SP., MSi (NIDN: 0003057302)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *