UNIVERSITAS HASANUDDIN

  • id

PROGRAM STUDI GEOFISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Ditulis oleh: Sri Wahyuni (H22115017)

 

Guest Lecture

“Akuisisi Seismik dan Desain Parameter Lapangan”

Oleh : Dr. Alpius Dwi Guntara

(Chief of Geophysics Upstream Technology Center PT. Pertamina)

Dalam rangka mewujudkan visi SEG UNHAS SC untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas mahasiswa geofisika Unhas, maka pada Kamis, 2 November 2017 di Science Building Lt. 2 FMIPA Universitas Hasanuddin, SEG UNHAS SC kembali menyelenggarakan Guest Lecture dengan menghadirkan pemateri dari Upstream Technology Center PT. Pertamina, Bapak Dr. Alpius Dwi Guntara dengan membawakan materi “Akuisisi Seismik dan Desain Parameter Lapangan”. Dengan latar belakang pendidikan strata 1 Geofisika & Meteorologi, master Teknik Geofisika ITB, dan gelar doktornya di Teknik Geofisika ITB, beliau telah bekerja di Upstream Technology Center PT. Pertamina mulai tahun 1992 hingga sekarang. Beliau dengan senang hati untuk membagikan sedikit ilmunya kepada delapan puluh mahasiswa(i) Geofisika Universitas Hasanuddin yang memenuhi ruangan Science Building Lt. 2 waktu itu.

Acara dibuka pada pukul 15.00 WITA oleh Bapak Sabrianto, S.Si., MT setelah memberikan sedikit sambutannya. Beliau menyambut baik atas kesediaan Bapak Dr. Alpius untuk memenuhi undangan mengisi seminar yang dilaksanakan oleh SEG Unhas SC. Dalam sambutannya, Bapak Sabrianto menyayangkan akan sedikitnya jumlah sks untuk mata kuliah seismik di program studi Geofisika Universitas Hasanuddin. Pasalnya, dibandingkan dengan jumlah sks untuk seismik di universitas lainnya. Di Geofisika Unhas sendiri, terhitung hanya terdapat delapan jumlah sks untuk mata kuliah seismik, yaitu dua sks untuk Seismik Refraksi, tiga sks untuk Seismik Reflaksi, dan tiga sks untuk Seismik Interprestasi. Bahkan, mata kuliah Seismik Reflaksi dijadikan sebagai mata kuliah pilihan, alih-alih sebagai mata kuliah yang diwajibkan bagi semua mahasiswa(i) Geofisika Universitas Hasanuddin. Padahal, Seismik Reflaksi merupakan mata kuliah yang fundamental dan harus dikuasai oleh mahasiswa Geofisika. Bapak Sabrianto menutup sambutannya dengan memberikan wejangan kepada partisipan untuk memfokuskan perhatiannya kepada pemateri agar sekiranya kesempatan yang berharga ini tidak lewat begitu saja tanpa diambil manfaatnya.

Bapak Dr. Alpius memulai materinya dengan memberikan pendahuluan tentang teori dasar dari metode seismik, mengingat partisipan yang hadir sebagian masih belum mengambil mata kuliah Seismik, sehingga dimungkinkan mereka tetap dapat mengikuti jalannya seminar dan menangkap materinya dengan baik. Metode seismik sendiri dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : akuisisi data seismik, pengolahan data seismik, dan interpretasi. Akuisisi data seismik adalah tahapan survey guna mendapatkan data seismik berkualitas baik di lapangan. Sebagai tahap terdepan dari serangkaian survey seismik, data seismik yang diperoleh dari tahapan ini akan menentukan kualitas hasil tahapan berikutnya. Sehingga, dengan data yang baik akan membawa hasil pengolahan yang baik pula, dan pada akhirnya, dapat dilakukan interpretasi yang akurat, yang menggambarkan kondisi bawah permukaan sebagaimana mestinya.

Untuk memperoleh data berkualitas baik perlu diperhatikan berbagai macam persiapan, penentuan parameter-parameter lapangan yang sesuai. Penentuan parameter lapangan tersebut umumnya tidak sama, sesuai karakteristik dan kondisi daerah lokasi survey. Pada daerah land misalnya, desain parameter lapangan yang dapat dilakukan adalah ortogonal, slanted, bricks, dan zig-zag, bergantung kepada kebutuhan data yang kita inginkan nantinya. Perlunya penentuan parameter ini dimaksudkan untuk menetapkan parameter awal dalam suatu rancangan survey akuisisi data seismik, yang dipilih sedemikian rupa, sehingga dalam pelaksanaannya akan diperoleh informasi target bawah permukaan selengkap mungkin dengan noise serendah mungkin.

Output utama dari perekaman data seismik adalah data seismik raw shot gather dalam format SEG-Y atau SEG-D. Selanjutnya data ini akan diolah pada tahap processing. Pengolahan data seismic bertujuan untuk menghasilkan penampang seismic dengan S/N (Signal to Noise ratio) yang baik tanpa mengubah bentuk kenampakan refleksi, sehingga dapat diinterpretasikan keadaan dan bentuk dari perlapisan di bawah permukaan bumi seperti apa adanya. Dengan demikian mengolah data seismic merupakan pekerjaan untuk meredam noise dan atau memperkuat signal. Artinya semua noise yang mengganggu / menyelubungi informasi sebisa mungkin diredam dan sebaliknya semua informasi refleksi dipertahankan dan bahkan diperkaya (spectrum amplitudonya) dan dikoreksi (spectrum phasenya), sehingga akan diperoleh penampang seismic yang benar.

Terakhir yang kita lakukan adalah menginterpretasi data seismik yang telah diolah. Tujuan dari interpretasi seismik secara umum adalah untuk mentransformasikan profil seismik refleksi stack menjadi suatu struktur kontinu/model geologi secara lateral dari subsurface.

Akhirnya acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Kemudian dilanjutkan dengan doa serta pemberian piagam kepada Bapak Dr. Alpius Dwi Guntara atas kesediaanya memenuhi undangan untuk menjadi Guest Lecture di seminar kali ini. Acara ini berakhir tepat pukul 18.00 WITA, lebih satu jam dari estimasi waktu yang diberikan, menjadi tanda besarnya antusiasme mahasiwa(i) Geofisika Unhas untuk terus memperluas pengetahuan mereka tentang seismik secara langsung oleh pakarnya.

Mengutip sedikit kata bijak dalam bahasa Jawa, “Suwalike malah kebak pengarep-arep lan kuwawa nampani apa bae kang gumelar ing salumahe jagad iki.”, yang artinya kita harus menjalani hidup ini dengan penuh harapan dan seolah-olah mampu untuk mendapatakan apa saja yang ada di dunia ini, tentunya dengan disertai rasa mawas diri dan kepasrahan. Sebagai mahasiswa sekaligus generasi muda penerus bangsa, sudah menjadi kewajiban kita untuk terus menuntut ilmu, kendati industri migas saat ini mengalami krisis, tak lantas menjadikan kita bersikap pesimis akan masa depan, jangan memandang dunia kerja bagi geofisikawan hanyalah terbatas pada industri migas saja, masih banyak bidang pekerjaan lainnya yang membutuhkan geofisikawan di tengah maraknya pembangunan infrastruktur saat ini. Akhir kata, jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu jika tidak ingin menanggung lelahnya kebodohan. Terus berkarya, dan tetap optimis akan masa depan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *