UNIVERSITAS HASANUDDIN

  • id
  • en

PROGRAM STUDI GEOFISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Category Archives: Pembelajaran

written by: Andi Fitra Faradhiba (H22116310)

On November 26th 2017, SPE Unhas Student Chapter held the second series of Ambassador Lecture Program (ALP) 2017. As we knew, ALP is an annual event from SPE Balikpapan Section that present professional from several oil and gas company to share their knowledge and experiences during working in oil and gas industry.

In this second series of ALP 2017, the theme that appointed is “Offshore Oil and Gas Safety”, with Mr. Syamsul Arifin as the speaker. He is HSE Professional at Chevron Indonesia Company. The total of participant in this event were about 78 participants which came from any major where connected with theme, such as ocean engineering, environment engineering, geophysics, etc. The material is talked about offshore oil and gas safety. Not only about that, our speaker, Mr. Syamsul Arifin also talked about his experience as long as he working at Chevron Indonesia Company.

The main event was opened by Deviana Frindy T as MC. Asriani as Project Manager at this event also gave some speech about this event to the participant. In the meantime, Andi Armansyah as Vice President of SPE Unhas Student Chapter in his speech giving supported, thanked and asked to all of participant to keep followed the event until end and at once opened the event officially.

The next session of the lecture was the main session. The lecture leaded by Sufridah Hardianti as moderator and Mr. Syamsul Arifin as speaker. The speaker explained his material very well and our participant absolutely enjoyed it. We was able to saw the enthusiastic of participant who come one hour earlier than schedule and also was active to gave their question about material and speaker experienced.

For giving appreciation to the questioner, the committee gave them a goody bag as souvenirs. Our event also followed by SPE STT Migas Student Chapter which watched the event via Line Live. After moderator closed the main session, the event was taken back by MC and followed by giving momento as symbolize to closing the session for this 2nd ALP Series 2017.

Biggest thanks for all stakeholder that bring up this event running smoothly without any big trouble. Also thanks for the speaker who willing spending his Sunday with us. And for the participant, thanks for coming, hope you all enjoying our event and stay tune with us for the last of ALP Series 2017 that will be held on 9th December 2017.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Oleh: Iksan Milham (H22116001)

Pada hari sabtu tanggal 11 November 2017 kami melakukan field trip di beberapa tempat di daerah Gowa. Kami berangkat pukul 07:45 WITA di Kampus Universitas Hasanuddin bagian Gedung TNR. Sebelum berangkat kami mengisi daftar hadir untuk mengetahui semua teman kami yang akan berangkat sudah dipastikan sudah berada di lokasi titik kumpul. Kemudian kami menunggu dalmas dan bus kampus sebagai kendaraan yang membawa kami ke lokasi praktik lapangan. Tidak lama menunggu, kendaraannya pun datang. Di dalam perjalanan kami, sempat ada masalah kecil yang terjadi dimana bus kampus yang dikendarai berhenti dikarenakan mesinnya yang bermasalah jika terlalu panas. Alhasil kami menunggu beberapa menit untuk berangkat kembali. Setelah beberapa menit di dalam perjalanan, tiba-tiba bus yang tadi mogok di awal perjalanan sempat mengalami masalah kembali dimana bus tersebut tidak mampu melaju di area jalan yang sedikit menanjak. Sempat memberikan kehebohan karena bus tadi tiba-tiba mundur, namun hal tersebut tidak berlaku  lama.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 09:50 kami tiba di lokasi pos 1. Awalnya kami tidak tahu bagaimana bisa kami melakukan praktik lapangan di daerah yang sedikit curam. Namun dengan  melihat teman-teman kami yang lain begitu semangat melihat lokasi tersebut jadi team kami juga ikut bersemangat. Di sini kami diberikan arahan dari asisten yang membimbing kami dari awal yang mana diajarkan untuk melakukan pengukuran strike dan dip. Kemudian dikenalkan mengenai alat-alat yang akan digunakan dalam pengukuran strike dan dip dan juga alat untuk mengambil beberapa sampel. Alat yang digunakan adalah palu geologi dan kompas geologi. Kemudian kami dibagi dalam melakukan pengukuran yang menempati 3 titik. Kelompok kami yakni kelompok 3 berada di titik pertama yang mana kami mengukur strike dan dip pada batuan yang sejenis batuan sedimen yang memiliki ukuran tinggi kira-kira 240 cm dan lebar sekitar 180 cm. Selanjutnya, dalam melakukan pengukuran kami diberikan tugas mengambil data secara bergiliran yang bertujuan untuk memahami betul cara menggunakan kompas geologi dalam pengambilan data.

Gambar I Pengarahan dan pengajaran mengenai pengukuran strike dan dip

 

Lokasi pengukuran strike dan dip berada pada koordinat S 05’ 31’218O  dan E 119’ 62’600O . Cara pengukuran batu yang dilakukan pada strike untuk mengukur kelurusan arahnya terhadap arah utara. Dan dip dilakukan untuk mengukur kemiringan arahnya terhadap arah utara. Untuk skala strike kita menggunakan skala luar dan dip menggunakan skala dalam. Kemudian batu yang diukur itu jenis batuan sedimen. Hasil pengukuran yang didapat pada strike berada pada titik koordinat 85o E dan dip berada pada titik koordinat 58o N. kemudian hasil yang didapatkan tadi dikumpulkan sebagai data pengukuran awal
di lapangan.

Gambar II Pengukuran strike dan dip

 

Setelah mengambil data sekitar 30 menit, kami melanjutkan perjalanan ke pos 2 sekitar pukul 10:32 WITA. Kami diarahkan oleh asisten untuk menunggu di dekat bus. Kami menunggu dalmas beberapa menit. Semantara menunggu dalmas, beberapa asisten yang ikut memberikan informasi mengenai pembentukan gunungapi Sapaya dan Bontoloe. Awalnya pada zaman Tersier tepatnya di Sulawesi dikenal dengan Formasi Camba. Kemudian formasi tadi mengalami hasil interpretasi sehingga membentuk gunungapi Sapaya dan Bontoloe. Formasi Camba pada zaman Miosen membentuk tiga fase yakni fase proksimal, fase distal dan fase medial. Setelah mendengarkan beberapa info, dalmas pun datang dan kami pun beranjak menuju lokasi pos 2.

Setelah kurang lebih 45 menit dalam perjalanan, kami pun tiba di lokasi pos 2 pada pukul 11:45 WITA. Lokasi kami tempati dikenal dengan nama Sungai Jennelata. Lokasi ini berada pada titik koordinat S 05’29’414O dan E 119’59’618O. Tak terasa ternyata hari sudah berada pada pertengahan. Kami mengambil makanan yang berada pada dalmas dan membawanya ke lokasi pengambilan data. Kami berjalan sekitar 500m untuk tiba di sungai tempat pengambilan data. Di lokasi kami menerima arahan dari asisten tentang apa yang kami lakukan nantinya. Di pos 2 ini, kami diminta untuk mengambil data dyke, pengukuran strike serta dip dan mengambil sampel yang nantinya digunakan untuk mengetahu struktur mineral yang ada pada sampel.

Setelah menerima arahan, kami beranjak mengambil data seperti yang dilakukan pada lokasi pertama tadi. Hasil yang didapatkan pada batuan dalam pengukuran strike berada pada titik koordinat 3550 E dan hasil yang didapatkan pengukuran dip di batuan berada pada titik koordinat 480. Setelah mendapatkan nilai strike dan dip pada pengukuran tadi, kemudian kami mengambil beberapa sampel batuan yang akan digunakan untuk mengetahui kandungan mineralnya. Sementara itu, kami juga mendengar beberapa informasi mengenai keadaan tanah yang ada pada lokasi pengambilan data. Di sekitar pengambilan data, asisten menjelaskan bahwa di daerah sini terdapat dyke. Dimana dyke ini dikenal dengan keadaan fisik yang keluar memanjang dan lurus yang mana bagian sekitarnya terdapat tanah berwarna merah. Tanah tersebut berwarna merah dikarenakan adanya pembakaran magma di perut bumi akan tetapi dia tidak dapat membentuk batuan sehingga yang muncul disamping tanah tersebut dikenal dengan dyke yang membentang. Struktur warna yang berwarna tadi hanya terdapat disamping dyke saja meskipun dia membentang melewati anak sungai. Dan dalam pengambilan pengukuran strike dan dip untuk mempermudah, dyke dapat menjadi patokan.

Gambar III pengukuran strike dan dip pada dyke dan pengambilan sampel batuan

 

Setelah sedikit lama mengambil data, kami pun diarahkan kumpul kembali dan asisten meminta kami untuk mengambil gambar sebagai dokumentasi pada field trip kali ini. Selanjutnya kami diarahkan untuk makan siang di dekat lokasi pengambilan data. Setelah makan, kami pun beranjak dari lokasi untuk menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah sebagai seorang muslim. Sekitar pukul 12:45 kami berangkat dan tiba di masjid sekitar 10 menit berlalu. Kami istirahat sejenak dan Shalat. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 13:20. Kami tiba kembali di lokasi awal berkumpul sekitar 15:25 WITA. Adapun tujuan dari field trip yang dilakukan yakni, mengetahui jenis batuan yang diketahui, mengenal fase bentang alam, mengetahui proses terbentuknya dyke dan fenomena tanah yang berwarna merah yang terdapat di sekitar dyke yang muncul, mengetahui cara penggunaan kompas geologi dalam pengukuran strike dan dip di lapangan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Proses pembelajaran daring selama ini berjalan di Prodi Geofisika memanfaatkan aplikasi Learning Management System (LMS) Unhas yang dapat diakses pada URL http://lms.unhas.ac.id, dengan tampilan seperti pada Gambar berikut.

Sejak awal pemanfaatan LMS yang disediakan oleh pengelola LMS Unhas, umumnya masih menggunakan LMS-2016 (sperti pada Gambar) tidak pernah ditemui adanya kendala baik dalam pemberian materi, forum diskusi, quiz dan tugas perorangan maupun perkelompok. Namun pada tahuan ajaran baru semester gasal 2017/2018 terdapat satu kendala yang ditemui oleh peserta matakuliah pada salah satu mata kuliah yang diampu oleh Dosen Prodi Geofisika. Baca Selanjutnya

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail